Aku merasa terlalu hidup, saat aku merindukanmu
Entah apa yang telah mengalihkan fokusku
Yang aku tahu aku semakin melihat indahnya warna berbeda yang belum pernah aku temui
Ia bahkan lebih harum dari dandelionku
Atau bahkan lebih energik dari origamiku
Namun, aku rasa si misterius itu terlalu sibuk dengan hidupnya
Aku tak sedang bergurau
Kau itu terlalu istimewa untukku
Maaf yah, aku terlalu percaya diri dalam merindukanmu
Bahkan kau sendiri sampai tak tahu jika aku merindumu
Itu memang konsekuensiku
Aku tak bilang-bilang padamu
Namun, sang bayu sempat mendesah bukan?
Apa kau juga nikmati sederetan desahan alto yang menggoda?
Sangat klasik ritmenya, tapi cukup pantas untuk kau nikmati
Dan aku juga banyak berbisik pada dahsyatnya serat utama
Karena aku masih cukup sangsi untuk terlalu dalam merindukanmu
Aku tak takut bahwa ada sakit di setiap tusukan jarum yang menyulam asmara
Yang aku takut, rasa ini hanyalah...
Ah entahlah!
Dengar yah, yang aku tahu
Aku merasakan sesaknya dada ini tanpa sahutmu
Aku mau terima sederet ritme yang sumbang darimu
Tapi aku yakin kau hanya akan mampu mengkomposisikan dengan sempurna
Enyahlah semua kesangsian, dan aku memang benar
Benar-benar merindukanmu sayang...