Senin, 31 Maret 2014

Tarian Rindu



Aku merasa terlalu hidup, saat aku merindukanmu
Entah apa yang telah mengalihkan fokusku
Yang aku tahu aku semakin melihat indahnya warna berbeda yang belum pernah aku temui
Ia bahkan lebih harum dari dandelionku
Atau bahkan lebih energik dari origamiku
Namun, aku rasa si misterius itu terlalu sibuk dengan hidupnya
Aku tak sedang bergurau
Kau itu terlalu istimewa untukku
Maaf yah, aku terlalu percaya diri dalam merindukanmu
Bahkan kau sendiri sampai tak tahu jika aku merindumu
Itu memang konsekuensiku 
Aku tak bilang-bilang padamu
Namun, sang bayu sempat mendesah bukan?
Apa kau juga nikmati sederetan desahan alto yang menggoda?
Sangat klasik ritmenya, tapi cukup pantas untuk kau nikmati
Dan aku juga banyak berbisik pada dahsyatnya serat utama
Karena aku masih cukup sangsi untuk terlalu dalam merindukanmu
Aku tak takut bahwa ada sakit di setiap tusukan jarum yang menyulam asmara
Yang aku takut, rasa ini hanyalah...
Ah entahlah!
Dengar yah, yang aku tahu
Aku merasakan sesaknya dada ini tanpa sahutmu
Aku mau terima sederet ritme yang sumbang darimu
Tapi aku yakin kau hanya akan mampu mengkomposisikan dengan sempurna
Enyahlah semua kesangsian, dan aku memang benar
Benar-benar merindukanmu sayang...


Monday, March 31, 2014

Hei kau!
Bagaimana? Apa sudah beres masalah hatimu? 
Jika belum, aku tak akan menunggu
Aku hanya akan terus menari di dalam mimpiku
Kau tahu? hari ini aku gila!
Blitzz, kedengarannya begitu, sewaktu ada yang tahu bahwa aku telah jatuh hati.
Dulunya mungkin mereka menganggapku tunaasmara, karena aku tak terlalu peduli dengan masalah hati. 
Tapi sekarang, sejak Tuhan memperkenalkan kau padaku.
Aku merasa aku menemukan warna hidupku 
Hingga kini ku lihat spektrumnya semakin indah
Aku tak sedang berpuisi, ataupun sedang berbasa-basi dengan permainan kata
Karena aku tak cukup tau tentang puisi yang nyata.

Tiap kali aku berpesta di atas kanvas media,
Aku selalu menari dengan tinta media yang tak berjiwa 
Sering aku kehabisan tinta, tapi seolah aku tak peduli
Aku terus menari, tanpa orang lain tahu jejak tapakanku
Begitulah aku, tak terlalu peduli bagaimana orang lain melihatku

Hei, ini guratan hati, aku sebenarnya tak tahu di mana kulminasinya
Aku hanya akan terus menikmati ritme setiap lekukan dari seninya
Aku tak akan pernah berpaling dari setiap bagiannya
Karena aku tahu, mungkin di situ aku akan menemukan noktah terindah 
Karena kau terlalu misterius
Kau selipkan senoktah rasa, yang mungkin akan membuatku semakin cinta
Itulah kesalahanmu, kau terlalu misterius
sehingga hatiku bertekuk lutut padamu.