Senin, 21 April 2014

Tahu diri



Hai, aku lelah kini.

Kau tak perlu takut padaku,
Tak perlu membuat jarak denganku,
Tak perlu berpikir apapun tentangku.
Aku lelah, aku tahu diri.
Tersebut aku pandai menorehkan luka,
Aku hanya belum mampu membuka kelambu batis dalam perangaianku.

Damaikan rasamu, aku lelah.
Aku tahu diri!
Kau jauh, bertambah tebal tembok beton dari konsepsimu.
Aku...mana mungkin akan berani mendekatimu,
Mengemispun mustahil akan lalu.
Borokku terlalu anyir! Serapat apa lagi aku mampu menyembunyikannya,
Kaupun akan tersedak mencium harumnya.

Maka, aku lelah...
Aku tahu diri!
Mustahil sehelai sutra pun akan membalutku.
Dan akan memandangmu setebal tembok itu,
Aku yakin, hatiku mampu menatapnya.

Sebenarnya, teramat lara menyandang ini sendiri.
Namun, mustahil akan engkau.
Aku yang membuatkan jarak denganmu,
Menderu, memecahkan keangkuhanku.
Akan sial kau bersamaku. Itu ketakutanku.
Bersama siapapun, sial!
Maka, aku tak berani menyandarkan ambisi gilaku pada karya terbaik Tuhan ini.
Teramat indah, dan tak pantaslah si dungu berborok ini memimpikanmu.

Aku akan damai tanpa sajakmu,
Lelah mengorbankan ribuan nalam tak berdosa.
Biarkan kau bernapas lega, tanpa harum berarti.
Harusnya itu langkahku, maka akan iya.

Borok ini semakin teramat meluas,
Aku harus segera tinggalkan manusia.
Berlari dengan mata tertutup,
Mencari sebuah pulau terisolir dari jangkauan manusia-manusia indah.
Dan tak berhaklah aku menyalahkan nasibku.
Maka Tuhan beri kawanku, lalat-lalat nista, belatung rakus yang menggerogoti kerentaan ini.
Mungkin ada yang sudi mengobatiku?

Sungguh, kau teramat indah.
Tak mampu aku melebihkannya.
Kini kau mengerti, betapa kau tak perlu menolehku sekilatpun.
Aku tak akan biarkan sial ada!
Karenanya, bahagiakan dirimu!
Aku tahu diri! 
Dan benar-benar ikhlaskan indahmu kini. 




Kamis, 03 April 2014

Aku hanyalah pengagum dirimu sahaja.
Tanpa sang engkau mengerti sedikitpun tetntang sang aku.
Hanya saja, aku terlalu bersyukur hanya menjadi pengagummu sahaja. 
Sang engkau adalah jiwa dari dongeng-dongeng dan nilam klasik milikku. 

Rabu, 02 April 2014

Hatiku Bilang: Hujan

Hatiku Bilang: Hujan: Malam ini, Ku temui langit membasah Diikuti kilau cahaya bak manik panjang yang menyerupa harmoni guratan Di muramnya potret langit saat in...

Hujan

Malam ini, Ku temui langit membasah, Diikuti kilau cahaya bak manik panjang yang menyerupa harmoni guratan Di muramnya potret langit saat ini. Seakan juga berhasrat, Dentum menyahut dari meriamnya, Mencipta irama sumbang nan rancu, Semakin menghidupkan gerangan, Lukisan kacau yang begitu konkret, Tertampak pada raut durja pekat, Kelambu kegelisahan nampak tegas, Kian pekat, lekat tanpa sendat. Tak mustahil bahwasanya ia terlalu lara. Menjadi munafik atas riuh asanya, Nampak payah nuraninya mengelak, Lalu mengapa? Mengapa tak bangkit saja dari peraduannya? Cukup radu dengan menampilkan pesona alaminya, Barangkali, si nalam akan terukir untuknya, Jadi enyahlah! Kau hanya cukup dengan menjadi kenyamananmu sahaja.

Senin, 31 Maret 2014

Tarian Rindu



Aku merasa terlalu hidup, saat aku merindukanmu
Entah apa yang telah mengalihkan fokusku
Yang aku tahu aku semakin melihat indahnya warna berbeda yang belum pernah aku temui
Ia bahkan lebih harum dari dandelionku
Atau bahkan lebih energik dari origamiku
Namun, aku rasa si misterius itu terlalu sibuk dengan hidupnya
Aku tak sedang bergurau
Kau itu terlalu istimewa untukku
Maaf yah, aku terlalu percaya diri dalam merindukanmu
Bahkan kau sendiri sampai tak tahu jika aku merindumu
Itu memang konsekuensiku 
Aku tak bilang-bilang padamu
Namun, sang bayu sempat mendesah bukan?
Apa kau juga nikmati sederetan desahan alto yang menggoda?
Sangat klasik ritmenya, tapi cukup pantas untuk kau nikmati
Dan aku juga banyak berbisik pada dahsyatnya serat utama
Karena aku masih cukup sangsi untuk terlalu dalam merindukanmu
Aku tak takut bahwa ada sakit di setiap tusukan jarum yang menyulam asmara
Yang aku takut, rasa ini hanyalah...
Ah entahlah!
Dengar yah, yang aku tahu
Aku merasakan sesaknya dada ini tanpa sahutmu
Aku mau terima sederet ritme yang sumbang darimu
Tapi aku yakin kau hanya akan mampu mengkomposisikan dengan sempurna
Enyahlah semua kesangsian, dan aku memang benar
Benar-benar merindukanmu sayang...


Monday, March 31, 2014

Hei kau!
Bagaimana? Apa sudah beres masalah hatimu? 
Jika belum, aku tak akan menunggu
Aku hanya akan terus menari di dalam mimpiku
Kau tahu? hari ini aku gila!
Blitzz, kedengarannya begitu, sewaktu ada yang tahu bahwa aku telah jatuh hati.
Dulunya mungkin mereka menganggapku tunaasmara, karena aku tak terlalu peduli dengan masalah hati. 
Tapi sekarang, sejak Tuhan memperkenalkan kau padaku.
Aku merasa aku menemukan warna hidupku 
Hingga kini ku lihat spektrumnya semakin indah
Aku tak sedang berpuisi, ataupun sedang berbasa-basi dengan permainan kata
Karena aku tak cukup tau tentang puisi yang nyata.

Tiap kali aku berpesta di atas kanvas media,
Aku selalu menari dengan tinta media yang tak berjiwa 
Sering aku kehabisan tinta, tapi seolah aku tak peduli
Aku terus menari, tanpa orang lain tahu jejak tapakanku
Begitulah aku, tak terlalu peduli bagaimana orang lain melihatku

Hei, ini guratan hati, aku sebenarnya tak tahu di mana kulminasinya
Aku hanya akan terus menikmati ritme setiap lekukan dari seninya
Aku tak akan pernah berpaling dari setiap bagiannya
Karena aku tahu, mungkin di situ aku akan menemukan noktah terindah 
Karena kau terlalu misterius
Kau selipkan senoktah rasa, yang mungkin akan membuatku semakin cinta
Itulah kesalahanmu, kau terlalu misterius
sehingga hatiku bertekuk lutut padamu.  



Selasa, 12 Februari 2013

Aku Pasti Bisa

Hari ini, kembali ku buka radarku
Melihat cakrawala hidup yang semakin luas
Ku buka jendela motivasi pagi ini
Mengintip embun di balik malam
Tampaknya ia masih mengantuk
Ku sapa pagi yang indah ini
Dan ku lihat sang mentari telah bangkit dari peraduannya
Dan ku saksikan kembali potret kehidupan 
Yang kembali membawaku pada angan ini
Aku hanya terdiam, mencoba tetap tersenyum pada fakta hidup
Fakta yang kian lama semakin tak terkendali 
Aku menemukan di sana
Kekuatan yang mungkin tak dapat dimengerti orang lain
Hari ini aku kembali pada hidupku
Setelah kemarin aku tertidur cukup lama 
Dan tak mengenal apapun tentang diriku
Namun, kini aku bangun dan mencoba meraih yang belum pernah ku raih sebelumnya...
Aku pasti bisa!