Monday, March 31, 2014
Hei kau!
Bagaimana? Apa sudah beres masalah hatimu?
Jika belum, aku tak akan menunggu
Aku hanya akan terus menari di dalam mimpiku
Kau tahu? hari ini aku gila!
Blitzz, kedengarannya begitu, sewaktu ada yang tahu bahwa aku telah jatuh hati.
Dulunya mungkin mereka menganggapku tunaasmara, karena aku tak terlalu peduli dengan masalah hati.
Tapi sekarang, sejak Tuhan memperkenalkan kau padaku.
Aku merasa aku menemukan warna hidupku
Hingga kini ku lihat spektrumnya semakin indah
Aku tak sedang berpuisi, ataupun sedang berbasa-basi dengan permainan kata
Karena aku tak cukup tau tentang puisi yang nyata.
Tiap kali aku berpesta di atas kanvas media,
Aku selalu menari dengan tinta media yang tak berjiwa
Sering aku kehabisan tinta, tapi seolah aku tak peduli
Aku terus menari, tanpa orang lain tahu jejak tapakanku
Begitulah aku, tak terlalu peduli bagaimana orang lain melihatku
Hei, ini guratan hati, aku sebenarnya tak tahu di mana kulminasinya
Aku hanya akan terus menikmati ritme setiap lekukan dari seninya
Aku tak akan pernah berpaling dari setiap bagiannya
Karena aku tahu, mungkin di situ aku akan menemukan noktah terindah
Karena kau terlalu misterius
Kau selipkan senoktah rasa, yang mungkin akan membuatku semakin cinta
Itulah kesalahanmu, kau terlalu misterius
sehingga hatiku bertekuk lutut padamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar